
Konteks Peristiwa
Musim Premier League 2025-2026 menjadi saksi atas performa buruk Liverpool dan Tottenham Hotspur. Dua tim ini tengah melalui masa-masa sulit, dengan manajer Arne Slot dan Thomas Frank masuk dalam bursa penggantian sebelum akhir musim. Liverpool, sebagai juara bertahan, kini berada di peringkat keenam dengan 39 poin dari 26 laga. Mereka tertinggal 17 angka dari Arsenal, yang berada di puncak klasemen. Situasi ini membuat spekulasi menggeliat tentang siapa yang akan dipecat lebih dulu antara kedua manajer tersebut.
Analisis Mendalam
Liverpool dan Tottenham Hotspur tengah menghadapi krisis performa yang signifikan. Menurut data liga, Liverpool hanya mampu mencetak 43 gol dalam 26 pertandingan, dengan rasio 1,65 gol per laga. Namun, pertahanan mereka menjadi titik lemah, dengan 37 gol yang tercipta melawan, atau rata-rata 1,42 gol per laga. Ini menjadi indikator bahwa strategi Arne Slot mungkin kurang efektif dalam membangun soliditas belakang.
Di sisi lain, Tottenham Hotspur juga tak kalah buruk. Mereka berada di peringkat keempat dengan 41 poin, namun performa mereka di kandang menjadi sorotan. Dari 13 pertandingan kandang, Spurs hanya meraih 6 kemenangan, dengan rata-rata 1,69 gol per laga. Ini menunjukkan bahwa Thomas Frank mungkin kesulitan dalam merangsang performa terbaik skuadnya di bangsa sendiri.
Prediksi dan Penutup
Dari analisis statistik, Liverpool terlihat lebih rentan untuk mengalami perubahan manajerial. Kondisi tim yang melorot dari posisi juara bertahan, ditambah dengan ketidakstabilan di lini belakang, menjadi faktor kunci. Namun, tak bisa dipungkiri bahwa Tottenham Hotspur juga berada dalam situasi yang tidak nyaman. Bagi penggemar bola, ini menjadi momen menarik untuk melihat bagaimana kedua manajer akan merespon tekanan yang mereka hadapi. Prediksi realistis menunjukkan bahwa Arne Slot lebih mungkin dipecat duluan, mengingat penurunan performa Liverpool yang lebih drastis.












