
Perjanjian dagang terkait tarif resiprokal atau Agreements on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) menuai sambutan meriah dari pengusaha Negeri Paman Sam. Tak sedikit dari mereka yang menyampaikan pujian dan selamat kepada Presiden Donald Trump atas terjalinnya kesepakatan itu.
Kantor Perwakilan Dagang AS (United States Trade Representative/USTR) menjelaskan dengan perjanjian tersebut, Indonesia sepakat untuk menghapus hambatan tarif terhadap lebih dari 99% produk AS. Dengan begitu, mereka bisa memperluas akses sampai ke pasar Indonesia yang berpenduduk lebih dari 280 juta orang.
“Perjanjian bersejarah ini memperdalam kemitraan ekonomi kita dengan mitra kunci di kawasan Indo-Pasifik dan menciptakan peluang baru bagi petani, produsen, dan pelaku usaha Amerika,” tulis USTR dalam situs resminya, dikutip Jumat (27/2/2026).












