
Perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran memberikan dampak yang luas. Indonesia pun langsung merasakan dampak dari perang tersebut.
Salah satunya dialami oleh raksasa petrokimia, pt chandra asri Pacific Tbk. Perusahaan mengumumkan kondisi kahar atau force majeure kepada para pelanggannya.
Direktur Sumber Daya Manusia & Urusan Korporat, Suryandi mengatakan konflik yang terjadi antara Iran dan AS dengan sekutunya Israel telah memicu ditutupnya Selat Hormuz. Hal ini berdampak pada kelancaran distribusi bahan baku dalam rantai pasok bahan baku produksi.










