
Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan kabinetnya untuk membahas dampak konflik Timur Tengah pada APBN. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa rapat ini akan fokus pada stabilitas fiskal di tengah ketidakpastian global. “Kami harus memastikan APBN tetap stabil meski ada gejolak ekonomi internasional,” ujar Purbaya di Jakarta Pusat, Selasa (10/3/2026).
Strategi Investasi
Menteri Keuangan menyarankan diversifikasi portofolio investasi untuk mengurangi risiko. “Investasi di sektor teknologi dan energi terbarukan dapat menjadi opsi yang menjanjikan,” tambahnya. Data pasar menunjukkan bahwa sektor-sektor tersebut memiliki potensi pertumbuhan hingga 7% tahun ini.
Manajemen Risiko
Purbaya juga merekomendasikan mekanisme pengelolaan risiko yang lebih transparan. “Kami akan memperkuat mekanisme monitoring dan evaluasi untuk meminimalisir dampak negatif konflik internasional,” jelasnya. Ini akan membantu bisnis lokal dan internasional dalam mempersiapkan strategi jangka panjang.
Studi Kasus Sukses
Sebelumnya, Indonesia telah berhasil mengatasi krisis ekonomi global tahun 2008 dengan strategi serupa. Dengan stabilitas fiskal yang kuat, pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap positif sekitar 5,5% tahun itu.
Penutup
Strategi yang diusulkan oleh Purbaya merupakan langkah penting untuk menjaga daya saing ekonomi Indonesia. Investor dan pelaku bisnis dianjurkan untuk memantau perkembangan kebijakan ini dan mempersiapkan adaptasi yang sesuai. Dengan stabilitas fiskal yang terjaga, Indonesia dapat terus menjadi tujuan investasi yang menjanjikan di kawasan Asia Pasifik.






