
Pemerintah akan efisiensi anggaran imbas pecahnya perang di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga minyak. Opsi pemangkasan anggaran sudah dirapatkan hari ini di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian bersama sejumlah Kementerian/Lembaga.
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah belum mengetahui seberapa lama perang akan berlangsung. Opsi pemotongan anggaran dilakukan demi menjaga defisit APBN tetap berada di bawah batas 3%.
“Tetapi karena kita masih di bulan-bulan awal, perang baru dua minggu, kita belum tahu apakah empat minggu, apakah lima minggu, itu menggunakan skenario pemotongan anggaran. Jadi selama perangnya masih belum mencapai dalam tanda petik lima bulan, kita masih skenario pemotongan anggaran, dan kita masih menggunakan maksimum defisit 3%,” sebut Airlangga dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (26/3/2026).










