Bisnis

“Thrifting Laris Disebut Bukan Karena Butuh Baju, tapi Gaya Hidup: Bisakah Ini Menjadi Solusi untuk Krisis Lingkungan?”

×

“Thrifting Laris Disebut Bukan Karena Butuh Baju, tapi Gaya Hidup: Bisakah Ini Menjadi Solusi untuk Krisis Lingkungan?”

Sebarkan artikel ini
“Thrifting Laris Disebut Bukan Karena Butuh Baju, tapi gaya hidup: Bisakah Ini Menjadi Solusi untuk Krisis Lingkungan?”

Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menyampaikan barang bekas (thrifting), termasuk pakaian bekas impor masih beredar di pasar domestik. Menurut Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM, Temmy Satya Permana, penjalan thrifting didorong oleh gaya hidup (lifestyle) masyarakat.

Temmy menilai tren thrifting digemari bukan karena kebutuhan dasar membeli pakaian. Menurutnya, hal ini terjadi lantaran masyarakat masih mencari barang yang unik serta terjangkau.

Tren thrifting ini menjadi alasan mengapa pakaian bekas impor masih mendominasi komposisi dagang di pasar senen. Temmy menyebut di Pasar Senen sebanyak 60% pedagang menjual pakaian bekas, dan 40% menjual produk lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *