
Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali memanas. Hal itu terjadi usai Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran dan terjadi aksi saling balas.
Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal mengatakan serangan AS-Israel ke Iran akan memukul ekonomi Indonesia lewat harga energi yang meningkat. Harga minyak dunia yang sekarang sudah berada di kisaran US$ 70 per barel, diperkirakan akan naik sampai US$ 80 per barel.
“Iran adalah negara yang cukup kuat dari sisi pertahanan, jadi ada kemungkinan bahwa ini akan berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan. Artinya kalau risiko bagi Indonesia adalah kemungkinan harga minyak akan meningkat,” kata Faisal kepada detikcom , Minggu (1/3/2026).












