
Pemerintah merespons dampak perang di Kawasan Timur Tengah terhadap ekonomi nasional, utamanya terhadap anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Pemicunya adalah harga minyak dunia meroket lantaran pasokan terkendala imbas penutupan Selat Hormuz oleh Iran.
Lonjakan harga BBM membuat pemerintah harus bergerak cepat menambah pundi-pundi anggaran, ketimbang memangkas subsidi BBM dan listrik, termasuk program andalan seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) .
Opsi yang diambil adalah efisiensi anggaran kementerian/lembaga, termasuk di dalamnya pemangkasan gaji pejabat negara.










